Siapakah Warren Buffett?


Warren Edward Buffett terkenal sebagai investor internasional yang meraih kekayaan besar melalui pasar saham. Dia lahir pada 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, AS. Dia kuliah S1 di University of Pennsylvania dan S2 di Columbia University. Pada 1951, dia lulus dengan meraih gelar Master of Science di bidang ekonomi.

Sejak kecil, Warren Buffett telah tertarik pada upaya mencari uang. Meski tumbuh dalam keluarga berkecukupan, tapi dia telah bekerja sejak belia. Pada usia 11 tahun, dia bekerja sebagai loper koran. Selain itu, di sela-sela waktunya sekolah dan mengantarkan koran ke para pelanggan, dia juga mencari uang di lapangan golf. Di lapangan golf, dia berkeliling mencari bola-bola golf yang hilang, lalu menjualnya dengan murah pada para pemain golf.

Karena kerja keras yang dilakukannya sejak belia, Warren Buffett telah memiliki tabungan sebesar 1.200 dollar ketika usianya 14 tahun. Dengan tabungannya itu, dia membeli tanah pertanian seluas 40 hektar, yang lalu disewakan kepada para petani lokal. Dari situ, dia mendapatkan passive income dari sewa lahan.

Pada 1951, setelah lulus kuliah, Warren Buffett bergabung dengan perusahaan ayahnya, yaitu Buffet Falk & Co. Dia bekerja sebagai sales investasi pada 1951 sampai 1954. Setelah itu dia pindah ke Graham Newman Corp sebagai analis keuangan selama dua tahun (1954-1956). Lalu pada 1956-1969 dia bekerja di Buffet Partnership, Ltd., sampai kemudian memimpin perusahaannya sendiri, Berkshire Hathaway Inc.

Pada 1962, Warren Buffett membeli Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan kecil yang tak berkembang. Setelah perusahaan itu menjadi miliknya, Warren Buffett memperbaiki dan mengubahnya menjadi perusahaan yang menguntungkan. Dia menjadi pemimpin perusahaan tersebut. Berkshire Hathaway kemudian digunakan Warren Buffett sebagai perusahaan induk ketika dia mulai membeli saham-saham perusahaan asuransi, perusahaan permata, perusahaan makanan, dan lain-lain. Lewat Berkshire Hathaway pulalah, Warren Buffett bisa menguasai saham-saham beberapa perusahaan kelas dunia seperti Coca Cola, WellsFargo, dan Kraft Food.

Di dunia bisnis, Warren Buffett dikenal sebagai investor saham yang mumpuni, sehingga banyak orang mengikuti langkah-langkahnya dalam menanam investasi di pasar saham. Yang menarik, Warren Buffett memiliki aturan main yang berbeda dengan umumnya para pemain saham.

Di pasar saham, orang senang membeli saat harga turun, dan segera menjualnya saat harga naik. Tapi Warren Buffett tidak bermain dengan aturan jangka pendek semacam itu. Sebaliknya, dia hanya membeli saham-saham perusahaan yang ia kenal dan ia percaya, dan membiarkan saham-sahamnya mengendap sampai lama. Warren Buffett tidak tergoda untuk buru-buru menjual saham saat harga saham-saham miliknya naik, karena prinsipnya bukan “membeli saham” melainkan “membeli perusahaan”.

Investasi jangka panjang itulah yang kemudian menjadikan Warren Buffett sangat sukses di pasar saham. Dia hanya membeli saham-saham perusahaan yang ia kenal baik, yang ia pahami bisnisnya luar dalam, dan menaruh saham-sahamnya di perusahaan-perusahaan tersebut, tanpa tergoda menjual, meski keadaan memburuk. Sebagai misal, saham Coca Cola pernah mengalami kejatuhan pada 1998-1999, dan banyak orang buru-buru menjual saham miliknya. Warren Buffett juga punya saham di Coca Cola, tapi dia tidak menarik dan menjualnya. Dia percaya pada Coca Cola, dan ia yakin saham perusahaan itu akan membaik hingga naik kembali.

Kenyataannya, harga saham-saham Warren Buffett—yang ada di Coca Cola maupun di perusahaan-perusahaan lain—terus meningkat naik dari tahun ke tahun, dan itu artinya dia terus memperoleh pemasukan yang kian bertambah. Dari saham-sahamnya itulah, Warren Buffett kemudian mengumpulkan kekayaan dalam jumlah sangat besar, mencapai 72,7 miliar dollar, hingga namanya masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia.

Hmm… ada yang mau menambahkan?




Artikel Terkait Tokoh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar