Kapan Majalah Mulai Terbit di Dunia?


Secara umum, majalah mulai berkembang di Inggris Raya pada tahun 1700-an dengan menampilkan materi fiksi dan nonfiksi. Majalah pertama di negara itu adalah Gentleman’s Magazine yang terbit pada 1731, dan menampilkan tulisan-tulisan seputar dunia politik, biografi, dan kritik.

Di Amerika, majalah pertama adalah American Magazine, yang dicetak di Philadelphia pada 1741. Lalu disusul majalah General Magazine yang terbit tak lama kemudian. Selama Revolusi Amerika, majalah-majalah di Amerika terbit dengan mengusung topik-topik seputar politik. Pada 1820-an, majalah dengan isu-isu umum mulai muncul, seperti Saturday Evening Post (1821-1969).

Selama terjadi Perang Sipil di Amerika, jumlah majalah yang terbit di sana meningkat tajam. Pada tahun 1879, undang-undang pos menjadikan biaya distribusi majalah lebih murah, hingga distribusinya mampu menjangkau pembaca lebih luas.

Pada 1900-an majalah ber-genre mucraking journalism mulai muncul. Mucraking journalism adalah majalah-majalah yang memfokuskan pada berita-berita investigasi mengenai skandal, misalnya korupsi di pemerintahan atau perusahaan. Beberapa majalah semacam itu yang terkenal adalah majalah McClure’s dan Collier’s. Selain itu ada pula majalah The Nation dan Washington Monthly yang fokus meliput skandal yang terjadi di pemerintahan

Setelah tahun 1900-an, majalah dengan berbagai genre bermunculan dan menyasar target audiens yang spesifik, serta mengangkat isu-isu kehidupan modern atau gaya hidup. Strategi itu dilakukan untuk mengimbangi kemunculan media lain yang lebih atraktif, yakni radio dan film. Salah satu formula majalah yang paling sukses adalah mengombinasikan foto dan berita—yang paling terkenal waktu itu adalah majalah Life, yang lebih banyak menonjolkan foto.

Beberapa dekade kemudian, kesuksesan majalah Life menurun, karena tidak mampu menghadapi persaingan dengan televisi. Sejarah kesuksesan majalah Life lalu digantikan oleh majalah Time dan Newsweek. Kedua majalah itu mampu bertahan dan sukses, karena menampilkan foto dan berita secara seimbang.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Kapan Majalah Muncul di Indonesia?


Keberadaan majalah di Indonesia mulai dikenal pada masa menjelang dan awal kemerdekaan. Pada 1945, misalnya, terbit majalah bulanan bernama Panja Raja, yang dipimpin Markoem Djojo Hadisoeparto. Sejak itu, berbagai majalah lain mulai terbit, meski dengan wujudnya yang sederhana.

Pada masa awal kemerdekaan, muncul majalah Revue Indonesia yang diterbitkan oleh Soemanang, SH. Majalah itu bahkan telah mengemukakan gagasan mengenai perlunya koordinasi penerbitan majalah dan suratkabar dengan satu tujuan, yaitu menghancurkan sisa-sisa kekuasaan Belanda, mengobarkan semangat perlawanan rakyat terhadap bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional utnuk keabadian kemerdekaan bangsa, dan penegakan kedaulatan rakyat.

Pada zaman Orde Lama, presiden Soekarno mengeluarkan pedoman resmi untuk penerbit suratkabar dan majalah di seluruh Indonesia. Pada masa itu perkembangan majalah belum bagus, karena jumlah majalah yang terbit masih sedikit. Pada zaman Orde Baru, mulai banyak majalah yang terbit, dengan jenis yang cukup beragam. Hal itu sejalan dengan kondisi perekonomian bangsa Indonesia yang makin baik, serta tingkat pendidikan masyarakat yang makin maju.

Meski begitu, penerbitan majalah di masa Orde Baru sempat diwarnai pembredelan dan pengekangan kebebasan pers oleh pemerintah, salah satunya melalui prosedur perizinan. Setelah Orde Baru tumbang, berbagai majalah dan suratkabar pun bermunculan, saling bersaing memperebutkan pembaca, dan masing-masingnya mengalami seleksi alam—sebagian mampu bertahan, sebagian lain menghilang karena tak laku.

Hmm… ada yang mau menambahkan?



Read more »

Seberapa Jauh Leming Bermigrasi?


Leming adalah hewan pengerat mirip hamster dan tikus, yang hidup di kutub utara. Mereka dapat melakukan migrasi yang amat jauh dari habitatnya dengan kecepatan yang mengagumkan—hingga 16 kilometer dalam sehari. Banyak leming yang bermigrasi, dan para ilmuwan memperkirakan hal itu terjadi karena populasi leming yang membludak, sementara persediaan pangan tidak mencukupi.


Seberapa Jauh Tonggeret Bermigrasi?

Tonggeret adalah serangga bersuara nyaring. Setelah berdiam diri di dalam tanah selama 17 hari, tonggeret akan bermigrasi menuju dunia luar untuk berkumpul bersama, bernyanyi, dan kawin. Jarak migrasi yang mereka lakukan itu beragam—dari beberapa inci, hingga ribuan kilometer.


Seberapa Jauh Wildebeest Bermigrasi?


Wildebeest adalah herbivora yang menyukai padang rumput. Mereka akan melakukan apa saja demi menemukan padang rumput yang lebih hijau, dan karena itulah hewan ini sering melakukan migrasi. Di Tanzania dan Kenya, wildebeest beserta zebra dan rusa mampu berkelana ratusan kilometer dalam sebuah rombongan untuk menghindari musim kering.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Bagaimana Perkawinan Dalam Kehidupan Bonobo?


Dalam kehidupan bonobo, perkawinan adalah cara yang digunakan untuk menyelesaikan banyak hal, termasuk mendamaikan perselisihan atau sengketa antara sesama, misalnya karena perebutan makanan atau wilayah teritori. Ketika terjadi masalah semacam itu, bonobo akan menyelesaikannya dengan mengawinkan masing-masing anggotanya.

Bahkan, sebenarnya, seluruh struktur sosial primata tersebut berputar di sekitar perkawinan. Mereka menggunakan perkawinan sebagai salam untuk penyelesaian sengketa atau perkelahian, juga sebagai imbalan dalam pertukaran makanan.


Bagaimana Cacing Pipih Kawin?


Bagi cacing pipih, perkawinan lebih mirip perkelahian daripada berkasih-kasihan. Seperti semua siput laut, cacing pipih adalah hermafrodit (memiliki organ seksual jantan dan betina). Dalam hal itu, organ seksual jantan berupa dua benda mirip belati, yang mereka gunakan untuk berburu ataupun untuk bereproduksi.

Selama perkawinan, dua cacing pipih yang sama-sama hermafrodit akan saling bertarung, saling menusuk satu sama lain, sambil menghindari tusukan pasangannya. Yang kalah, yaitu yang tertikam organ seksual pasangannya, akan menyerap sperma melalui kulitnya, dan kemudian berperan sebagai betina yang mengandung.

Hmm… ada yang mau menambahkan?



Read more »

Dari Mana Asal Usul Istilah Jomblo?


Pada saat ini, istilah “jomblo” sudah sangat populer dan biasa digunakan untuk menyebut laki-laki atau perempuan yang tidak/belum punya pasangan. Sebenarnya, dari mana istilah itu berasal?

Istilah “jomblo” berasal dari bahasa Sunda, yaitu “jomlo” (tanpa b). “Jomlo” memiliki arti “gadis tua” yang merujuk perempuan yang secara umur telah dewasa/tua namun belum punya pasangan atau belum menikah. Istilah “jomlo” telah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dalam perkembangan dan penggunaan sehari-hari, istilah “jomlo” tidak hanya mengalami pergeseran atau bahkan perubahan makna, tapi juga penambahan huruf. Jika istilah sebenarnya “jomlo” (tanpa b) menjadi “jomblo” (dengan tambahan b)—mungkin karena efek pengucapan. Pengertian istilah itu pun kini tidak hanya ditujukan untuk perempuan, tetapi juga untuk laki-laki, dan biasa digunakan di dunia remaja secara umum.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »