Di Mana Sungai Dimulai?


Ada dua cara utama sungai dimulai. Beberapa sungai dimulai dari mata air alami yang mengeluarkan air dari bawah tanah. Dari mata air, aliran sering berupa selokan kecil yang berkembang menjadi sungai kecil. Kemudian, aliran air itu bertambah ukurannya hingga disebut sebagai sungai.

Sungai lain dimulai ketika hujan yang terus-menerus menimbulkan alur atau saluran di sebidang lahan. Pada waktu air hujan semakin lama semakin banyak masuk ke dalam saluran itu, aliran air perlaan-lahan terjadi. Tidak berbeda seperti mata air, aliran kecil itu kemudian berkembang menjadi sungai.

Sekadar catatan, ketika mencapai daerah yang hampir sama dengan ketinggian air laut, sungai mulai berkelok-kelok, berbentuk seperti ular di darat. Hal itu disebabkan oleh sedimen yang dibawa air berangsur-angsur diendapkan di tempat dengan aliran air lemah.

Hmm… ada yang mau menambahkan?



Read more »

Kemana Serangga Pergi Sewaktu Hujan?


Dalam cuaca yang cerah, kita biasa mendapati banyak serangga di sekeliling kita. Kupu-kupu yang menari di antara bunga, semut-semut yang berjalan hilir mudik, sampai capung yang kadang masuk rumah. Tetapi, ketika hujan turun, serangga-serangga itu seperti lenyap tak terlihat. Kemana perginya mereka?

Ketika hujan turun, serangga-serangga menyelamatkan diri dari guyuran hujan. Kupu-kupu menghindari hujan dengan bersembunyi di bawah daun lebar, lebah menghindari hujan dengan cara bergantung di bawah rumahnya, capung berdiam diri di tangkai rumput untuk menghindari hujan, sementara kumbang kecil menghindari hujan dengan berkumpul di bawah bunga berduri.

Meski kawanan semut kadang masih terlihat ketika hujan turun, namun semut-semut yang ada di bawah tanah akan segera bekerja keras menyumbat pintu masuk rumahnya, agar air hujan tidak merembes masuk, untuk melindungi telur-telurnya.

Di antara serangga-serangga lain yang segera menyelamatkan diri ketika hujan turun, ada pula serangga yang tidak terlalu peduli pada hujan. Misalnya lipan dan kelabang.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Negara Mana yang Biaya Teleponnya Paling Murah?


Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menyatakan bahwa Amerika Serikat, Spanyol, dan Kanada, adalah negara yang memiliki tarif telepon termahal di dunia. Berdasarkan catatan mereka, ketiga negara tersebut menduduki posisi teratas untuk tarif telepon termahal.

Rata-rata pelanggan telepon seluler di Kanada membayar tagihan sebesar US$ 500,63 per bulan untuk 780 menit percakapan telepon, 600 SMS, dan 8 MMS. Sedangkan di AS, pelanggan seluler harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 635.85 untuk tagihan dengan jumlah penggunaan yang sama.

Masing-masing negara memang memiliki tarif telepon yang bervariasi. Sebagian ada yang tergolong mahal, sebagian ada yang relatif murah. Tinggi atau rendahnya tarif telepon umumnya dilatarbelakangi oleh infrastruktur, lokasi, kebijakan pemerintah dan operator, serta faktor lain semisal roaming.

Salah satu hal yang menjadikan mahalnya biaya menelepon adalah sistem roaming, yang mengharuskan pengguna telepon membayar untuk setiap panggilan yang masuk. Mayoritas operator telekomunikasi Amerika Serikat menerapkan sistem tersebut untuk pelanggan pascabayar, sehingga biaya telepon di negara itu relatif besar.

Selain roaming, ketersediaan infrastruktur juga menjadi faktor yang menyebabkan mahalnya biaya telepon. Buruknya jaringan di kebanyakan negara Afrika, seperti Tanzania dan Nigeria, mengakibatkan biaya telepon menyita hingga 35 persen pengeluaran pemilik ponsel per bulan.

Lalu di negara mana saja yang tarif teleponnya murah? Lembaga riset Frost & Sullivan melakukan penelitian di banyak negara dengan membandingkan tarif telepon di negara-negara tersebut. Hasilnya, mayoritas negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat memang cenderung membayar biaya telepon lebih mahal dibandingkan negara kawasan Asia Pasifik. Berikut ini adalah negara-negara yang memiliki tarif telepon paling murah di dunia.


Swedia

Dibanding negara Eropa lainnya, Swedia memiliki tarif telepon yang paling murah, bahkan jauh lebih murah dibanding Inggris atau Prancis yang sama-sama ada di Eropa. Berdasarkan data Frost & Sullivan, biaya percakapan melalui telepon di Swedia rata-rata cuma Rp. 300 per menit. Bandingkan misalnya dengan tarif di Inggris yang mencapai sekitar Rp. 3.800 per menit.

Murahnya tarif telepon di Swedia, karena semua operator di sana menerapkan sistem tagihan sesuai pemakaian. Di negara itu sistem yang populer adalah pascabayar. Selain itu, tidak ada biaya roaming dan biaya minimum per bulan, sehingga pelanggan bisa menggunakan telepon sebanyak atau sesedikit apa pun.


Thailand


Sistem pascabayar di Thailand menerapkan pola pembayaran sesuai pemakaian seperti di Swedia. Namun, mayoritas pengguna telepon seluler lebih banyak yang menggunakan sistem prabayar.

Tarif menelepon di Thailand juga tergolong murah, antara Rp. 250-300 per menit.


Hong Kong

Rata-rata warga Hong Kong menghabiskan sekitar Rp. 85.000 untuk tagihan bulanan telekomunikasi mereka, untuk percakapan sekitar 600 menit lewat telepon. Di Hong Kong, tarif rata-rata telepon per menit hanya Rp. 200. Tarif murah itu didapatkan oleh pengguna pascabayar maupun prabayar.


India


Sepuluh tahun yang lalu, tarif telepon di India bisa dibilang sangat mahal, yaitu sekitar Rp. 8.000 per menit. Namun kemudian, akibat persaingan usaha provider seluler, pemerintah pun menerbitkan aturan agar tarif antar operator disesuaikan, dan hasilnya adalah penurunan tarif dalam jumlah sangat besar. Akibat persaingan, tarif telepon di India pernah mencapai Rp. 1 per detik.

Di masa sekarang, tarif di India masih tergolong murah, yaitu sekitar Rp 90-100 per menit, karena operator harus meningkatkan kualitas jaringan. Di India, kebanyakan pengguna ponsel lebih menyukai sistem prabayar.


Indonesia

Dalam catatan Frost & Sullivan, Indonesia termasuk negara dengan biaya telepon yang sangat murah, karena tarifnya hanya sekitar Rp. 100-300 per menit.

Di masa lalu, ketika ponsel masih menjadi barang mewah, hanya orang-orang tertentu yang memilikinya, akibat tarifnya yang sangat mahal. Namun situasi itu berubah ketika pada 2005 berbagai operator seluler bersaing memperebutkan pelanggan. Persaingan itu berdampak pada penurunan tarif telepon yang signifikan, hingga masyarakat luas dapat menggunakan ponsel dengan tarif terjangkau. Pilihan layanan prabayar dan pascabayar yang makin mudah menjadikan para konsumen semakin akrab dengan ponsel.

Hmm… ada yang mau menambahkan?



Read more »

Negara-negara Paling Porno di Internet


Setelah internet menjadi bagian tak terpisahkan dari milyaran orang di dunia, akses ke dunia maya pun seolah telah menjadi kebutuhan. Setiap hari, bahkan setiap detik, ada jutaan orang yang terhubung ke internet untuk berbagai tujuan. Kenyataan itu ditangkap oleh berbagai pihak yang lalu membuat dan menyediakan aneka website yang diharapkan dikunjungi para pengakses internet. Dari banyaknya website yang tersedia di internet, sebagian di antaranya termasuk website berisi konten pornografi.

Wikipedia menjelaskan, “Pornografi internet adalah pornografi yang dapat diakses melalui internet, umumnya via website atau file sharing. Pornografi telah tersedia di internet sejak tahun 1980-an, dan ketersediaan akses World Wide Web kepada publik pada 1991 menyebabkan perkembangan pornografi internet.”

Keberadaan internet menjadikan pornografi semakin mudah diakses oleh siapa pun. Internet memudahkan setiap orang untuk mengakses pornografi secara anomin maupun terdaftar, dan bisa dilihat kapan saja pada waktu dan tempat yang diinginkan pengguna.

Dr. Robert Weiss dari Sexual Recovery Institute di Washington Times, yang pernah melakukan studi menyangkut hal ini, menyatakan bahwa “sex” adalah topik nomor satu yang dicari di internet. Studi itu pararel dengan studi lain yang dilakukan The Kaiser Family Foundation yang menyatakan bahwa 70 persen kunjungan pengguna internet berusia belasan tahun adalah menuju situs pornografi.

TopTenReviews.Com juga pernah melakukan penelitian serupa, yang hasilnya menyatakan secara lebih rinci, sebagai berikut:
  • Pencarian harian situs pornografi sebanyak 68 juta (25 persen dari total pencarian di internet).
  • Jumlah e-mail pornografi per hari sebanyak 2,5 miliar (8 persen dari total lalu lintas e-mail di internet).
  • Persentase pengguna internet yang melihat pornografi sebesar 42,7 persen.
  • Jumlah download bulanan konten pornografi mencapai 1,5 miliar (35 persen dari total download yang terjadi di internet).

Karena adanya tingkat permintaan yang relatif tinggi semacam itu, maka pornografi di internet pun kemudian tumbuh dan berkembang menjadi suatu industri yang melibatkan banyak pihak, dengan omset besar, dan dilakukan di berbagai negara, khususnya yang melegalkan pornografi.

Berdasarkan studi yang pernah dilakukan banyak pihak, total pendapatan tahunan industri pornografi di dunia sekitar US$ 97 miliar. Angka itu setara dengan total pendapatan perusahaan besar di Amerika semisal Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo!, Apple, dan lainnya. Hal itu pun menunjukkan betapa besarnya industri pornografi di dunia. Pada 1999, CNET bahkan menyatakan, “Pornografi di internet adalah produk e-commerce yang secara konsisten menduduki peringkat pertama dalam bisnis di internet.”

Dalam bisnis, memang, produsen memproduksi suatu komoditas karena adanya permintaan. Karena sebagian negara menganggap pornografi sebagai industri, sebagai komoditas, maka mereka pun lalu memproduksinya untuk menyuplai permintaan. Dalam hal ini, ada beberapa negara yang digolongkan sebagai para produsen pornografi terbesar di dunia.

MetaCert, sebuah lembaga penyaring situs internet yang bertujuan menciptakan penggunaan internet sehat untuk kalangan anak-anak dan pelajar, melakukan studi untuk mengetahui negara mana saja yang paling banyak menyediakan konten pornografi di internet. Ukuran kategori pornografi didasarkan pada jumlah hosting situs dewasa dalam sebuah negara.

Berdasarkan studi yang mereka lakukan, Amerika Serikat menjadi negara paling porno dengan menguasai 60 persen pornografi internet secara global. Di Amerika, dua pertiga dari 4,2 juta domain porno beralamat hosting di California. Jumlah halaman porno di Amerika yang ditemukan sebanyak 428 juta halaman—jumlah yang jauh lebih besar dibanding populasi penduduk Indonesia.

Di bawah Amerika, Belanda menjadi negara kedua sebagai negara porno di internet, karena menjalankan lebih dari 1,8 juta website yang berisi 187 juta halaman porno. Belanda menguasai 26 persen pornografi di internet. Setelah Belanda, Inggris menempati peringkat ketiga dengan 512.000 website yang berisi 52 juta halaman porno. Inggris menguasai 7 persen pornografi di internet. Di posisi keempat ada Jerman yang memiliki 8.000 website dengan 8 juta halaman pornografi.

Data-data itu tentu saja membuat banyak pihak merasa khawatir, khususnya negara-negara yang melarang pornografi. Bahkan John Carr, penasihat pemerintah Inggris untuk internet sehat anak, menyerukan pembatasan pendaftaran situs porno pada domain nasional Inggris. “Saya mengkhawatirkan anak yang mudah terkena virus pornografi dan gampang mengakses situsnya,” ujar John Carr.

MetaCert melakukan studi menyangkut pornografi ini sejak Desember 2011 sampai Agustus 2013. Mereka berencana menggunakan data tersebut untuk menyediakan produk keamanan internet yang lebih efektif pada tablet dan smartphone. Secara lengkap, berikut ini sepuluh negara dalam daftar MetaCert yang dianggap sebagai negara-negara paling porno di internet, karena menjadi penyedia laman web porno dalam jumlah paling banyak:
  1. Amerika Serikat (428,3 juta halaman pornografi).
  2. Belanda (187,2 juta halaman pornografi).
  3. Inggris (52,2 juta halaman pornografi).
  4. Jerman (8,2 juta halaman pornografi).
  5. Prancis (5,5 juta halaman pornografi).
  6. Kanada (2,3 juta halaman pornografi).
  7. Jepang (2,2 juta halaman pornografi).
  8. Australia (1,9 juta halaman pornografi).
  9. Kepulauan Virginia (1,4 juta halaman pornografi).
  10. Republik Ceko (1,4 juta halaman pornografi).

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Mengapa Tembok Hadrian Dibangun?


Tembok Hadrian adalah bangunan dinding yang membentang sepanjang 118 kilometer di Romawi, yang dibangun pada masa Kekaisaran Hadrian. Tembok itu dibangun pada tahun 122 Masehi, yang ditujukan untuk mempertahankan perbatasan utara Inggris, yang dikuasai Romawi. Dinding Hadrian berfungsi sebagai tempat pemeriksaan pergerakan rakyat antara Inggris dan Skotlandia. Tembok yang panjang dan kuat itu membutuhkan waktu 8 tahun untuk membangunnya.

Pada masa itu, Kekaisaran Romawi diperintah sesuai keinginan pribadi sang kaisar, namun kekuatan kaisar terletak pada tentaranya. Kaisar yang lemah atau berkelakuan buruk kadang-kadang digulingkan oleh jenderal angkatan perangnya.

Beberapa kaisar memerintah dengan baik, misalnya Kaisar Hadrian. Ia sering pergi mengunjungi berbagai tempat untuk memeriksa proyek pembangunan. Namun ada pula kaisar lain, semisal Nero dan Caligula, yang kejam dan sinting. Orang Romawi sangat baik dalam mengorganisasikan pemerintahan, sehingga pemerintahan mereka tetap berjalan lancar meski di pusatnya sedang terjadi kekacauan.

Hmm… ada yang mau menambahkan?



Read more »