Bagaimana Cara Terbaik Menuang Saus dari Botol?


Di warung bakso biasanya ada saus dalam botol yang disediakan untuk pembeli yang ingin menambahkan saus ke baksonya. Yang kadang menjadi masalah, saus kental dalam botol itu tidak mudah dikeluarkan, khususnya lagi saus yang botolnya baru dibuka. Biasanya, orang akan menunggingkan botol saus, lalu memukul-mukul bagian belakang botol dengan harapan sausnya keluar. Tapi sering kali sausnya malah tidak keluar. Bagaimana cara terbaik menuang saus dari dalam botol?

Jika kita menunggingkan botol ke arah mangkuk bakso dan menepuk atau memukul bagian belakang botol, saus dalam botol memang justru makin sulit keluar, karena saus yang kental akan cenderung masuk ke dalam botol. Dalam fisika, peristiwa semacam itu disebut hukum kelembaman atau inersia. Inersia atau kelembaman adalah kecenderungan semua benda fisik untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya.

Cara yang benar dan mudah untuk menuangkan saus dari dalam botol adalah dengan meletakkan botol di kedua tangan dalam posisi ditidurkan. Ujung atau lubang botol berada di tangan kiri, sedangkan bagian belakang botol ada di tangan kanan, hingga posisi kedua tangan kita mirip posisi berdoa. Kemudian, miringkan botol sekitar 30 derajat, dengan ujung botol mengarah pada mangkuk bakso. Untuk mengeluarkan sausnya, goyang-goyangkan botol maju mundur berkali-kali, hingga isinya turun ke ujung botol.

Jika cara itu tidak berhasil, maka kemungkinan saus yang ada di ujung botol mengeras, sehingga perlu dibantu dengan ditusuk gagang sumpit, sendok, atau garpu. Atau bisa pula ditetesi air panas, agar saus yang mengeras bisa sedikit mencair.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Wajah Manusia Dibentuk oleh Perkelahian


Ada temuan yang unik menyangkut bentuk wajah manusia. David Carrier, pakar biologi dari University of Utah, melakukan penelitian yang menghasilkan kesimpulan bahwa wajah manusia masa kini dipengaruhi dan terbentuk oleh perkelahian manusia di masa lalu. Wajah manusia kini adalah produk evolusi, penyesuaian diri agar manusia lebih kuat menerima pukulan, hingga tak mudah terluka ketika berkelahi. Hasil riset di dunia biologi itu diterbitkan dalam jurnal Biological Reviews.

Wajah dan tulang tengkorak manusia memiliki perbedaan dengan wajah primata lain, seperti tulang rahang dan dahi yang lebih tebal. Sebelumnya, banyak ilmuwan menduga bahwa karakteristik itu berkembang karena manusia sering memakan makanan yang keras, semisal kacang.

Namun, riset yang dilakukan David Carrier menemukan bahwa karakteristik itu lebih terkait dengan aktivitas perkelahian manusia. Ia menyatakan bahwa perkelahian membuat proporsi tangan manusia mengalami evolusi untuk menyesuaikan diri dengan aktivitas perkelahian. “Bila tangan manusia mengalami evolusi untuk perkelahian,” ujar David Carrier, “maka wajah juga demikian. Ketika manusia berkelahi dengan tangan, wajah biasanya adalah target utama.”

Pada manusia masa lalu, tulang yang paling rentan adalah bagian tengkorak, yang kemudian menunjukkan peningkatan paling besar. Di zaman modern, wajah manusia saat ini memang sudah tak seperti zaman dulu. Tetapi, ciri-ciri khas tengkorak manusia masa lalu masih ada. Wajah manusia laki-laki saat ini, misalnya, memiliki tulang rahang, pipi, dahi, dan leher yang lebih kuat dan tebal.

Hmm… bagaimana menurutmu?


Read more »

Apa sih Laotian Rock Rat itu?


Laotian rock rat adalah hewan pengerat semacam tikus yang telah lama dianggap punah. Penemuannya kembali benar-benar unik. Pada tahun 1996, seorang pedagang menjual daging di sebuah pasar di Thakhek, Khammouane, Laos. Daging itu dianggap tidak biasa dan berbeda dari hewan pengerat lain.

Setelah diteliti lebih lanjut, akhirnya diketahui bahwa daging yang diperjualbelikan itu berasal dari laotian rock rat, hewan pengerat dari zaman purba yang telah dianggap punah 11 juta tahun yang lalu. Pada saat ini, Wildlife Conservation Society telah berupaya menyelamatkan beberapa spesimen hewan tersebut, yang diharapkan dapat dikembangbiakkan.


Apa sih Cuban Solenodon itu?

Cuban solenodon atau solenodon Kuba adalah mamalia aneh yang sangat langka, yang sebelumnya telah dianggap punah. Namun, pada tahun 1861, ditemukan 37 spesimen langka tersebut, dan sejak itu upaya pencarian dilakukan untuk menemukan yang lain. Upaya itu tak pernah berhasil.

Sampai kemudian, pada tahun 2003, spesimen itu ditemukan kembali, dan penemuan itu pun dirayakan Kuba dengan menamai spesies itu “Alejandrito”.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Owen dan Mzee, Persahabatan Dua Spesies


Sehari setelah tragedi tsunami dahsyat di Samudera Hindia yang menghantam Asia dan Afrika, puluhan penduduk desa tepi pantai Malindi di Kenya melakukan tugas penyelamatan bersama aparat setempat. Pada waktu itulah Owen Saubion melihat pemandangan ganjil sekaligus mengenaskan di kawasan tepi pantai. Ia melihat bayi kuda nil yang masih berusia 1 tahun meringkuk lemas di batu karang. Kondisinya sangat memprihatinkan. Ia terjebak di antara gelombang laut dan derasnya air dari muara Sabaki River.

Setelah diberi perawatan secukupnya, kuda nil itu kemudian dibawa ke Haller Park dekat Mombasa, sebuah taman suaka margasatwa milik Lafarge Eco Systems East African Farm, pada 27 Desember 2006. Di suaka margasatwa Haller Park itulah kisah persahabatan unik antara dua hewan dimulai.

Bayi kuda nil itu diberi nama Owen, sesuai nama penyelamatnya. Petugas suaka menempatkannya di sebuah area untuk hewan-hewan kecil, karena Owen masih tergolong bayi. Selain itu, jika Owen ditempatkan di lokasi untuk kawanan kuda nil, petugas perawat hewan khawatir ia akan diserang kawanan kuda nil lain yang tak mengenalnya. Karena kuda nil sangat agresif dan “fanatik” pada kawanannya, sehingga kuda nil asing bisa terancam bahaya.

Ketika pertama kali dilepas di sana, Owen masih bingung, mungkin karena harus menempati lingkungan baru. Namun setelah merasa sedikit nyaman, Owen langsung menatap dan tertarik pada seekor kura-kura bernama Mzee.

Mzee adalah spesies kura-kura Aldabran berusia 130 tahun, dengan berat 700 pon (320 kilogram). Dalam bahasa Swahili, Mzee berarti “Si Tua Bijaksana”. Kura-kura itu merupakan penghuni lama area yang dilengkapi kolam asri dan hutan buatan.

Ketika Owen pertama kali mendekati Mzee, kura-kura itu sama sekali tidak mempedulikannya. Namun hari demi hari Owen selalu mengikuti Mzee ke mana pun ia pergi. Sampai kemudian Owen berhasil mengambil hati Mzee. Seiring waktu dan kegigihan Owen mendekatinya, Mzee akhirnya menerima kehadiran kuda nil muda itu.

Berminggu-minggu kemudian keduanya sudah tampak akrab. Mzee seperti dianggap sebagai induk oleh Owen, sementara Mzee menganggap dirinya orangtua asuh bagi Owen. Mzee selalu menjaga Owen dengan kelembutan, sementara Owen selalu mematuhi dan senang bermain dengan Mzee.

Ikatan persahabatan mereka mengental bagai sebuah keluarga. Para perawat hewan di Haller Park bingung dengan tingkah dua hewan beda spesies itu, karena mereka bagaikan induk dan anak dari satu spesies yang sama. Apa yang disantap Mzee juga disantap Owen, di mana Owen tidur di situ pasti ada Mzee. Mereka selalu bermain air di kolam bersama, makan bersama, tidur bersama, dan berjalan-jalan keliling area taman bersama-sama pula.

Satu tahun berlalu, dan kedua hewan beda spesies itu semakin lengket. Keduanya sudah tak terpisahkan lagi. Fenomena itu pun mengejutkan sejumlah besar ilmuwan. Bukan saja karena peristiwa seperti itu belum pernah terjadi, tetapi Owen dan Mzee juga telah mengembangkan “bahasa” mereka sendiri sebagai sistem komunikasi di antara keduanya. Bahasa komunikasi lewat suara yang mereka gunakan itu sama sekali belum pernah ditemukan dalam kelompok kuda nil ataupun kura-kura Aldabran.

Suara dalam nada tertentu dari Mzee akan direspon oleh Owen secara tepat. Begitu pula sebaliknya, suara dalam nada tertentu dari Owen direspon Mzee secara tepat pula. Selain itu, keduanya juga mengembangkan bahasa tubuh yang hanya mereka berdua pahami, seperti gigitan lembut, sentuhan, dorongan, dan belaian, yang masing-masing direspon sebagai suatu kode untuk melakukan sesuatu atau ungkapan kasih sayang di antara keduanya.

Keunikan persahabatan Owen dan Mzee pun menjadi fenomena. Tingkah laku dan komunikasi unik yang sama sekali baru dalam dunia zoologi itu membuat mereka menjadi selebritas dunia. Sejumlah besar foto, film, dokumentasi, bahkan buku dan artikel mengulas teka-teki besar persahabatan mereka. Owen dan Mzee pun menjadi lambang cinta dan persahabatan yang tidak mengenal batasan fisik, ras, spesies, dan teritori.

Hmm… bagaimana menurutmu?


Read more »

Siapa Orang Pertama yang ke Luar Angkasa?


Manusia pertama yang ke luar angkasa adalah Yuri Gagarin pada 12 April 1961, menggunakan pesawat Vostok 1. Wanita pertama yang ke luar angkasa adalah Valentina Tereshkova dari Rusia, pada Juni 1963, menggunakan pesawat Vostok 6.

Alan Shepard menjadi orang pertama Amerika dan pemimpin astronot ke luar angkasa, pada 5 Mei 1961. Wanita Amerika pertama yang ke luar angkasa adalah Sally Ride, yang menggunakan pesawat luar angkasa Chalenger, pada 18 Juni 1983.

Misi pertama yang pergi ke orbit Bulan ialah Apollo 8, yang dipandu oleh William Anders. Dia lahir di Hong Kong dan menjadi orang Asia pertama yang menjadi antariksawan pada 15 Oktober 2003. Yang Liwei menjadi orang Cina pertama yang menjadi antariksawan menggunakan pesawat Shenzhou 5.

Vladimir Remek menjadi orang Czech pertama yang ke luar angkasa, menggunakan roket Rusia, Soyuz. Pada 23 Juli 1980, Pham Tuan menjadi orang Vietnam pertama sekaligus orang Asia Tenggara pertama, yang ke luar angkasa menggunakan pesawat Soyuz 37. Pada 1980, Arnaldo Tamayo Méndez dari Kuba menjadi orang keturunan Afrika pertama yang ke luar angkasa. Sedangkan orang kelahiran Afrika pertama yang ke luar angkasa adalah Patrick Baudry.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »