Apakah Pendaratan di Bulan Benar-benar Terjadi?


Pada 20 Juli 1969, Neil Armstrong bersama Edwin Aldrin terbang ke Bulan dalam program Apollo 11. Itu kisah yang sangat fantastis, khususnya karena terjadi pada puluhan tahun lalu. Orang sedunia mempercayai kenyataan itu. Namun, di tahun-tahun belakangan, sebagian orang mulai meragukan kenyataan tersebut. Benarkah Neil Armstrong benar-benar menginjakkan kaki ke Bulan? Atau jangan-jangan kisah pendaratan di Bulan itu hanya sebuah kebohongan yang direncanakan?

Fox Television, misalnya, pada 15 Februari 2001 menyiarkan program “Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?” Program itu menyatakan bahwa pendaratan di Bulan cuma hoax atau kebohongan, dan mereka menyatakan kisah pendaratan itu direkam di studio oleh NASA.

Pernyataan itu diikuti dengan beberapa hal yang dianggap bukti meragukan. Misalnya soal foto astronot yang seharusnya dilatari bintang atau benda lain, namun tidak terjadi. Kemudian soal bendera Amerika Serikat yang ditancapkan di Bulan. Bendera itu tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada angin.

Menjawab program yang mempertanyakan pendaratan di Bulan tersebut, Badan Penerbangan dan Antariksa NASA mengeluarkan pernyataan resmi di situs webnya, dan menyatakan bahwa pendaratan di Bulan memang benar terjadi. NASA juga menjelaskan hal-hal yang dipertanyakan dalam program Fox Television.

Mengenai foto astronot yang tidak dilatari bintang, NASA menerangkan bahwa hal seperti itu juga bisa terjadi pada foto yang dibuat di Bumi. Kamera sulit mengabadikan spacesuit yang terang dan bintang yang relatif redup sekaligus dalam satu frame/foto. Kemudian, mengenai bendera yang berkibar, NASA menjelaskan bahwa kibaran bendera tidak harus disebabkan angin. Ketika menancapkan bendera di tanah Bulan, astronot memutar tiangnya. Hal itu juga mengakibatkan bendera berkibar.

Selain itu, menurut NASA, para astronot yang mendarat di Bulan juga membawa bukti berupa batuan Bulan yang dapat dibuktikan memiliki karakteristik berbeda dengan batuan Bumi. Salah satu batuan Bulan yang dinamai Big Mulley, misalnya, memiliki kawah-kawah kecil bekas tumbukan meteoroid. Ada pula bukti kimia pada batuan yang menunjukkan reaksi zat pada batuan, saat terpapar sinar kosmik. Hal itu tidak terjadi di Bumi yang memiliki atmosfer. Di samping itu, NASA juga memaparkan beberapa bukti lainnya.

Jadi, apakah kisah pendaratan di Bulan benar-benar terjadi, ataukah hanya rekayasa? Berdasarkan bukti-bukti yang dipaparkan NASA, pendaratan di Bulan itu memang benar terjadi. Namun, soal percaya atau tidak tetap terserah kita.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Mengapa Orang Jepang Memakai Payung Transparan?


Di film-film drama Jepang, sering terlihat orang-orang Jepang memakai payung transparan di saat hujan. Payung transparan itu tampak unik, karena berbeda dengan payung yang biasa kita pakai. Sejarah dan asal usul payung transparan itu juga unik.

Sejak tahun 1721, di Jepang ada sebuah toko yang membuat dan menjual payung terkenal, bernama Dakeda Chou-Gorou ShoutenĂ¢. Toko payung itu kemudian dibeli Mitsuo Sudou pada 1949, setelah ia pulang dari Siberia. Dia meneruskan usaha toko payung itu, sampai kemudian pecah Perang Dunia II yang meluluhlantakkan Jepang. Setelah Perang Dunia II usai, Mitsuo Sudou kehilangan tokonya, sementara pasar payung telah dikuasai produsen lain.

Mitsuo Sudou membangun kembali tokonya, dan berpikir untuk membuat bentuk payung yang unik, sehingga dapat bersaing dengan payung lain di pasar. Dia membuat payung dari bahan plastik. Semula, payung plastik itu sempat laku keras, sampai kemudian bahan nilon ditemukan pada 1950. Sejak itu, payung dibuat menggunakan bahan nilon, dan payung plastik buatan Mitsuo Sudou tersingkir dari pasar.

Delapan tahun kemudian, pada 1958, Mitsuo Sudou kembali membuat kreasi lain. Dia tetap menggunakan plastik sebagai bahan payungnya, namun kali ini transparan. Namun, inovasinya itu tidak berhasil sebagaimana yang ia harapkan. Respons pasar terhadap payung transparan itu sepi-sepi saja.

Uniknya, pada 1965, payung transparan buatan Mitsuo Sudou menarik minat seorang wisatawan Amerika. Orang Amerika itu membawa payung-payung transparan buatan Mitsuo Sudou ke negaranya, dan seketika menjadi tren yang terkenal. Mitsuo Sudou pun banyak mengekspor payung transparan buatannya ke Amerika. Sejak itu, orang-orang Jepang ikut terpengaruh. Melihat payung transparan menjadi tren di Amerika, orang Jepang ikut-ikutan menggunakannya. Bahkan, sejak itu pula, mereka menjadikan payung transparan sebagai bagian identitas mereka.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Bagaimana Kehamilan Terjadi?


Kehamilan terjadi setelah bertemunya sel sperma yang dikeluarkan pria, dengan sel telur atau ovum dalam tubuh wanita. Pada waktu ejakulasi, yang umumnya disertai orgasme pada pria, terjadi serangkaian kontraksi otot yang mengirimkan air mani berisi gamet pria—yang disebut sel sperma atau spermatozoa—ke dalam ruang vagina.

Ketika masuk ke vagina, sel sperma melewati cervix menuju rahim, kemudian menuju ke tuba fallopi. Ada jutaan sel sperma yang terdapat dalam setiap ejakulasi, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan dengan sel telur atau ovum. Ketika telah berada pada tubuh wanita, sel sperma dapat bertahan hingga sembilan hari.

Jika sebuah sel telur yang subur dari wanita terdapat dalam tuba fallopi, gamet pria akan bergabung dengan ovum, menghasilkan pembuahan dan pembentukan sebuah embrio baru. Ketika sebuah ovum yang telah terbuahi mencapai rahim, ia akan tertanam pada dinding uterus, yang disebut endometrium. Proses tertanamnya ovum yang telah dibuahi ke dalam rahim disebut implantasi, dan mulai dari fase itulah proses kehamilan dimulai.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Apa Perbedaan Komputer Built-up dan Komputer Rakitan?


Di pasaran, kita sering mendengar istilah komputer rakitan dan komputer built-up. Bagi yang baru mengenal komputer, kedua istilah itu bisa membingungkan. Apa perbedaannya?

Komputer built-up adalah komputer yang dibuat langsung oleh perusahaan pembuatnya, dengan segala spesifikasi dan spare part yang telah mereka pilih dan tentukan. Karenanya, saat membeli komputer built-up, kita menerima jadi, tak jauh beda dengan membeli radio atau televisi.

Sedangkan komputer rakitan adalah komputer yang dirakit sendiri, bisa oleh si penjual komputer, bisa pula oleh si pembeli. Karenanya, membeli komputer rakitan biasanya lebih fleksibel, karena kita bisa memilih spare part dan spesifikasi—dari harddisk sampai RAM—yang diinginkan, sesuai anggaran yang kita miliki. Semakin tinggi spesifikasi yang dipilih, harga atau biayanya semakin mahal. Setelah semua part dipilih, semuanya kemudian dirakit hingga menjadi komputer utuh.

Mana lebih bagus, komputer rakitan atau komputer built-up? Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Komputer rakitan menawarkan fleksibilitas yang dapat disesuaikan dengan selera dan anggaran yang kita punya. Namun, karena dirakit tangan manusia, tingkat presisi komputer rakitan biasanya tidak sebaik komputer built-up. Karenanya tidak heran jika komputer rakitan tidak setangguh komputer built-up.

Di sisi lain, komputer built-up dibeli dalam bentuk jadi, dan biasanya harganya lebih mahal. Namun, karena umumnya komputer built-up dirakit perusahaannya langsung, dan biasanya dilakukan oleh mesin, tingkat presisinya sangat bagus, sehingga kualitas dan daya tahannya juga hebat. Aneka software yang diinstal di dalamnya juga orisinal. Umumnya pula, komputer built-up jauh lebih awet dibanding komputer rakitan.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Mengapa di Rusia Ada Pajak Jenggot?


Di Rusia, zaman dulu, bukan hanya ada pajak jenggot, namun juga pajak kumis, pajak kawin, pajak melahirkan, sampai pajak topi (pajak yang dikenakan kepada orang yang memakai topi). Pajak-pajak yang aneh itu dimulai pada akhir tahun 1690-an, ketika Rusia masih diperintah Tsar Peter.

Pada September 1698, Tsar Peter baru pulang dari lawatannya ke Eropa. Saat melihat kota-kota modern di Eropa, semisal Wina, Dresden, juga Den Haag, Tsar Peter menyaksikan perbedaan luar biasa besar dengan Rusia yang dipimpinnya. Waktu itu Rusia masih sangat terbelakang dan kumuh.

Tsar Peter menyimpulkan, kondisi Rusia yang masih terbelakang itu dilatari kenyataan masyarakatnya yang masih kolot, tradisional, dan tak mau maju. Tsar Peter juga menilai, Jenggot yang dipelihara orang-orang Rusia waktu itu menjadi salah satu ciri yang menandai keterbalakangan tersebut.

Karena latar pemikiran semacam itu, Tsar Peter kemudian membuat keputusan yang meminta rakyat Rusia mencukur jenggotnya. Keputusan itu tidak disukai rakyat Rusia yang menganggap memelihara jenggot sebagai hal baik yang diajarkan orang-orang salih. Lalu Tsar Peter mendapatkan pemikiran lain. Karena dia butuh banyak dana untuk memodernisasi Rusia, maka ia pun menetapkan pajak kepada siapa pun yang memelihara jenggot. Dari situlah kemudian pajak jenggot muncul di Rusia.

Sejak itu, setiap orang yang memelihara jenggot wajib membayar pajak. Setelah itu mereka akan diberi medali yang dikalungkan di leher, sebagai bukti bahwa mereka telah membayar pajak untuk jenggotnya. Dari situ, aneka pajak lain juga dilahirkan, dari pajak kumis, pajak kawin, pajak melahirkan, sampai pajak topi. Aturan pajak yang aneh-aneh itu baru berhenti setelah Tsar Peter meninggal pada 1725.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »