Apakah Hamster Lokal Asli Indonesia?


Hamster terdapat di hampir seluruh negara di dunia. Penampilannya gemuk, berkaki lebar, pendek, dan memiliki ekor pendek serta telinga berbulu.

Bulu-bulu tubuhnya juga tebal dan panjang dengan warna bervariasi, tergantung spesiesnya. Bagian bawah tubuh berwarna putih sampai abu-abu dan hitam. Matanya bulat, kecil, dan mengkilap. Dengan bahu kuat dan tubuh elastis, hamster mampu menerobos lubang kecil. Hewan itu juga dikenal sebagai penggali lubang yang efisien.

Ada empat jenis hamster yang familier atau banyak dipelihara masyarakat Indonesia, yaitu hamster Syria, hamster mini, hamster Cina, dan hamster hibrida. Hamster Syria sering disebut hamster lokal, namun hewan itu bukan berasal dari Indonesia. Disebut hamster lokal, karena hamster jenis itulah yang pertama kali dikenal di Indonesia.

Jika ingin memelihara hamster, kita harus memperhatikan makanannya. Hamster termasuk hewan omnivora. Makanannya berupa butir padi, namun senang pula mengonsumsi buah segar, akar, bagian hijau tumbuhan, invertebrata, dan beberapa hewan kecil seperti belalang. Hamster juga menyukai biji bunga matahari.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Mengapa Albert Einstein Sangat Cerdas?


Pada 1995, setelah Albert Einstein meninggal, Thomas Harvey, ahli patologi dari Princeton University, mengambil otak Einstein lewat autopsi. Ia berharap bisa mengungkap rahasia kecerdasan Einstein dengan meneliti otak tersebut. Sebelumnya, beragam penelitian menyatakan berbagai pendapat yang intinya menyimpulkan Einstein memiliki otak yang unik, beda dengan umumnya orang lain.

Pada 1985, Marian Diamond, seorang peneliti, menyatakan bahwa otak Einstein memiliki lebih banyak sel glial, sehingga organ tersebut mampu bekerja lebih efektif. Hasil penelitian itu menarik, namun dianggap kurang dapat dipercaya. Sepuluh tahun kemudian, pada 1995, penelitian lain mengungkapkan bahwa otak Einstein memiliki bagian lobus parietal yang ukurannya 15 persen lebih besar dari orang normal, dan tidak memiliki celah yang biasanya didapati pada orang umumnya.

Lobus parietal adalah bagian yang bertanggung jawab pada kemampuan spasial dan matematis. Ukuran yang besar menunjukkan kemampuan matematis yang lebih tinggi. Sedang tidak adanya celah menunjukkan sel-sel dalam lobus parietal otak Einstein mampu berkomunikasi lebih cepat, sehingga mendukung kemampuan berpikir.

Hasil penelitian yang dianggap lebih terpercaya muncul pada 2012. Dean Falk dari Florida State University bersama Frederick E. Leopore dari Robert Wood Johnson Medical School, dan Adrianne Noe dari Museum of Health and Medicine, melakukan observasi terhadap korteks otak besar Einstein, dan membandingkannya dengan 85 otak manusia lainnya.

Hasil penelitian itu menunjukkan bagian depan otak depan, bagian somatosensori, motor primer, lobus parietal, korteks temporal, dan oksipitalis pada otak Einstein memang istimewa. Dengan keistimewaan itu, Einstein memiliki kemampuan penglihatan, spasial, dan matematis, yang istimewa.

Somatosensori adalah bagian otak yang berkaitan dengan panca indera. Bagian primer motor adalah bagian otak yang bertanggung jawab mengeksekusi aktivitas tertentu. Korteks oksipitalis bertanggung jawab untuk kemampuan melihat, sementara temporal untuk berbicara. Dean Falk menjelaskan, “Sifat-sifat itu mungkin menjadi dasar neurologis, misalnya pada kemampuan penglihatan dan spasial serta matematika Einstein.”

Selain itu, riset yang dilakukan Dean Falk juga menemukan bahwa corpus callosum—bagian yang menghubungkan bagian kiri dan kanan otak—Einstein juga unik. Untuk menegaskan temuannya, Dean Falk membandingkan milik Einstein dengan corpus callosum dari 15 pria tua dan 52 pria yang lebih muda, yang hidup pada tahun 1905.

Hasilnya, Falk menemukan bagian corpus callosum Einstein lebih tebal, sehingga mendukung komunikasi antara dua bagian otak yang lebih baik. Dengan semua kelebihan yang terdapat pada otaknya itulah Einstein bisa memiliki kecerdasan lebih tinggi dibanding rata-rata manusia lainnya.

Hmm… bagaimana menurutmu?



Read more »

Danau apa yang Terdalam di Dunia?


Danau terdalam di dunia adalah danau Baikal, yang terletak di Rusia. Danau ini terkenal dengan sebutan “The Blue Eye of Siberia”. Meski tidak seluas danau lain di Rusia, namun danau Baikal menampung satu dari lima jumlah keseluruhan air tawar yang ada di dunia, hingga volume airnya sangat banyak. Bahkan jika semua sungai yang ada di dunia mengalirkan air dari danau Baikal bersamaan, dibutuhkan waktu satu tahun penuh untuk mengosongkannya.

Karena jumlahnya yang luar biasa, air yang ada di danau Baikal juga dapat menjadi cadangan air minum bagi seluruh populasi di bumi selama 50 tahun. Jumlah air yang banyak di danau Baikal merupakan hasil dari kedalamannya sebagai danau terdalam di bumi. Dasar danau tersebut memiliki kedalaman sampai 1,6 kilometer di beberapa titik. Selain itu, danau Baikal juga merupakan danau tertua di dunia.

Selain menjadi danau terdalam, danau Baikal juga disebut sebagai danau terjernih di Bumi. Danau ini terletak di daerah retakan di antara dua lempengan Bumi yang saling menarik 2,5 sentimeter setiap tahun. Kedalamannya sekitar 39,7 meter atau lebih. Pada musim panas, es yang terletak di pegunungan Siberia mencair dan mengisi danau tersebut.

Hmm… ada yang mau menambahkan?



Read more »

Hormon Ovulasi Membuat Wanita Tertarik pada “Bad Boy”


Banyak wanita yang tertarik pada sosok bad boy—pria yang cenderung berselingkuh dan tidak bertanggung jawab. Fenomena itu bahkan telah menjadi rahasia umum di kalangan pria-wanita, sehingga memunculkan berbagai spekulasi. Mengapa wanita bisa sampai jatuh pada pria semacam itu? Penelitian yang dilakukan tim ilmuwan di Universitas Texas di San Antonio mencoba mencari jawabannya.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology itu menjelaskan bahwa hormon wanitalah yang menjadi penyebab hal tersebut. Kristina Durante, salah satu peneliti, menyatakan, “Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pekan menjelang ovulasi, wanita jadi tertarik dengan pria seksi dan pemberontak seperti James Bond. Tetapi sampai sekarang masih belum jelas kenapa wanita mau menjalin hubungan jangka panjang dengan jenis pria semacam itu.”

Dalam penelitian, sekelompok wanita yang berada dalam periode kesuburan tinggi dan rendah diminta melihat profil para pria yang tampak “nakal” dan yang tampak “kalem”. Kemudian, mereka diminta mendeskripsikan seberapa bisa diandalkan pria-pria itu sebagai ayah bila mereka memiliki anak. Misalnya dalam urusan berbelanja, memasak, dan membersihkan rumah.

Hasilnya mengejutkan. Wanita yang sedang berada di puncak siklus kesuburan lebih optimistis bahwa pria yang tampak nakal akan lebih bisa diandalkan dalam kehidupan keluarga, dibanding wanita yang tidak sedang dalam tahap ovulasi.

“Di bawah pengaruh hormon ovulasi, wanita menipu diri mereka kalau pria nakal akan menjadi kekasih yang setia dan ayah yang lebih baik,” kata Kristina Durante. “Ketika melihat pria nakal dalam masa ovulasi, Mr. Wrong tampak seperti Mr. Right.”

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan penelitian kedua. Kali ini, wanita dengan tingkat siklus kesuburan berbeda diminta bersosialisasi dengan pria yang memerankan ayah yang bisa diandalkan dan pria tampan yang cenderung nakal. Hasilnya, sekali lagi, wanita yang tengah ada dalam tahap ovulasi tertarik pada pria yang cenderung nakal.

Yang menarik, wanita-wanita dalam penelitian itu juga menyatakan bahwa pria nakal akan lebih bisa diandalkan untuk mengurus anak hanya jika dia menjadi ayah bayinya, tapi tidak akan begitu jika dia berselingkuh atau berhubungan dengan wanita lain.

Hmm… bagaimana menurutmu?


Read more »

Mengapa Mulut Ikan Sering Membuka dan Menutup?


Jika di rumah kita ada akuarium, perhatikanlah ikan-ikan yang hidup di dalamnya. Di dalam air, ikan tampak sering membuka dan menutup mulutnya. Mengapa? Jawabannya sangat jelas, karena ikan butuh bernapas.

Seperti makhluk hidup lain, ikan juga butuh bernapas agar tetap hidup. Untuk bernapas, ikan butuh oksigen. Jika manusia mendapatkan oksigen dengan cara menghirup udara melalui paru-paru, ikan bernapas melalui insang. Ikan menghirup oksigen yang banyak terdapat di dalam air.

Ketika ikan membuka mulutnya, air akan masuk ke dalam. Ketika itu pula, insang akan ditutup oleh penutup insang. Sebaliknya, ketika ikan menutup mulutnya, penutup insangnya akan terbuka. Pada saat itulah air yang masuk tadi akan keluar melalui insang yang ada di sisi kiri dan kanannya.

Ketika mulut ikan terbuka dan tertutup bersamaan dengan insangnya, terjadi proses masuknya oksigen ke dalam tubuh ikan. Oksigen akan dilarutkan ke dalam air dan masuk ke darah ikan. Sisanya, yang berupa gas, akan dikeluarkan melalui insang, dan begitu seterusnya.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »