Sejak Kapan Manusia Mengenal Nasi Goreng?


Nasi goreng adalah salah satu makanan terkenal, khususnya di Indonesia. Nyaris di mana saja kita bisa menemukan sajian khas ini, dan orang-orang menyajikan nasi goreng dengan berbagai bumbu serta cita rasa. Sejak kapan manusia mengenal nasi goreng, dan dari mana asal sajian masakan ini?

Berdasarkan catatan sejarah, nasi goreng telah dikenal sejak 4000 Sebelum Masehi, dan merupakan komponen penting dari masakan tradisional Cina. Dari negeri Cina, nasi goreng kemudian menyebar ke Asia Tenggara, dibawa oleh para perantau Cina yang menetap di berbagai tempat, dan mengenalkan serta menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan pada bumbu-bumbu dan cara menggoreng.

Sebenarnya, nasi goreng muncul dari kebudayaan khas bangsa Cina yang tidak suka memakan makanan dingin, namun juga tidak suka membuang sisa makanan. Karenanya, mereka pun kemudian mengolah nasi yang telah dingin dengan cara menggorengnya, dan jadilah nasi goreng yang bisa dihidangkan kembali. Agar rasanya lebih nikmat, sajian itu pun ditambah berbagai bumbu penyedap, dari minyak goreng, kecap manis, sampai sayuran. Pada perkembangannya, nasi goreng semakin enak dinikmati dengan adanya telur, daging, sampai kerupuk.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Bagaimana Tumbuhan Menyerap Air dari Bawah ke Atas?


Melalui akarnya, tumbuhan menyerap air dari dalam tanah, untuk kemudian didistribusikan ke batang, dahan, cabang, dan bagian-bagian lain di atasnya. Pengangkutan air dan mineral dari bawah ke atas tubuh tumbuhan oleh pembuluh atau xilem bisa dilakukan, setidaknya mengikuti tiga teori berikut.

Pertama, teori vital, yang menyatakan bahwa perjalanan air dari akar menuju daun bisa terjadi karena adanya sel-sel hidup, misalnya sel-sel parenkim dan jari-jari empulur di sekitar xilem. Xilem yang dilewati merupakan pipa kapiler yang berhubungan dengan tempat lewatnya air tanah menuju daun, dengan menentang gaya gravitasi.
 
Kedua, teori Dixon Joly, yang menyatakan bahwa naiknya air ke atas karena tarikan dari atas, yaitu ketika daun melakukan transpirasi. Air selalu bergerak dari daerah basah ke daerah kering. Karena udara di luar lebih kering daripada daun, air pun menguap dari daun melalui stoma ke udara, sehingga konsentrasi molekul air di daun berkurang. Kekurangan itu kemudian diisi oleh molekul air di bawahnya. Hasilnya, terjadi gerakan molekul air dari akar ke seluruh daun melalui xilem.
   
Ketiga, teori tekanan akar, yang menyatakan bahwa air dan mineral naik ke atas karena adanya tekanan akar. Tekanan akar terjadi karena perbedaan konsentrasi air dalam air tanah dengan cairan pada saluran xilem. Konsentrasi air dalam air tanah tinggi sehingga terjadi osmosis ke dalam sel. Jaringan akar menyerap semakin banyak air dan mineral, sementara akar tumbuh. Volume air di dalam akar bertambah, sehingga tekanannya pun bertambah, yang memaksa air masuk ke dalam xilem dan naik ke dalam batang serta daun. Tekanan akar paling tinggi terjadi pada malam hari, dan dapat menyebabkan merembesnya tetes-tetes air dari daun tumbuhan.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Apa yang Disebut Pengangkutan Intravaskular?


Pengangkutan intravaskular adalah pengangkutan air melalui berkas pembuluh (xilem) dari akar menuju bagian atas tumbuhan. Pengangkutan air dan mineral dimulai dari xilem akar ke xilem batang, menuju xilem tangkai daun dan ke xilem tulang daun. Pada tulang daun terdapat ikatan pembuluh, yang memungkinkan hal itu.

Air dari xilem tulang daun kemudian masuk ke sel-sel bunga karang pada mesofil. Mesofil adalah jaringan yang terdapat pada bagian dalam daun. Setelah mencapai sel-sel bunga karang, air dan garam-garam mineral disimpan untuk digunakan dalam proses fotosintesis dan transportasi. Transportasi pada trakea lebih cepat daripada transportasi pada trakeida.

Menyangkut mesofil, pada tumbuhan paku-pakuan dan sebagian besar tumbuhan berbunga, mesofil terdiri atas dua bagian, yaitu:
  • Parenkim palisade yang tersusun oleh sel-sel berbentuk kolumner pada bagian atas, mengandung banyak kloroplas daripada jaringan bunga karang (parenkim spons).
  • Parenkim spons (disebut juga jaringan bunga karang), yaitu sel-sel jaringan bunga karang yang lebih bulat, dan tidak begitu rapat. Kloroplasnya juga lebih sedikit daripada parenkim palisade.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Adakah Manusia yang Berjalan dengan Tangan dan Kaki?


Pada hewan semacam kambing, kerbau, atau semacamnya, mereka berjalan dengan empat kaki—sesuatu yang jelas membedakan antara hewan-hewan tersebut dengan manusia, khususnya manusia dewasa. Karenanya pula, ketika orang ingin bermain-main menjadi hewan, mereka biasanya akan membungkuk, lalu menggunakan kedua tangannya untuk dijadikan sebagai semacam kaki, agar memiliki “empat kaki” seperti hewan-hewan itu.

Dalam kehidupan nyata, adakah manusia dewasa yang memang berjalan dengan kedua tangan dan kakinya? Pertanyaan itu mungkin terdengar aneh. Namun, yang lebih aneh, ternyata memang ada manusia yang berjalan dengan kedua tangan dan kedua kakinya. Pada tahun 2005, sekelompok peneliti menemukan fenomena aneh tersebut terjadi pada lima orang kakak beradik di wilayah Hatay, Turki. Kelimanya berjalan dengan kedua tangan dan kedua kaki.

Ketika kasus itu mulai diketahui secara luas, beberapa anggapan menyatakan bahwa kondisi lima kakak beradik di Turki itu merupakan bentuk “evolusi terbalik”, yang berarti mereka kembali ke bentuk awal sebelum manusia bisa berjalan dengan kaki saja. Namun anggapan itu dibantah, karena studi yang kemudian dilakukan menemukan bahwa kondisi kakak beradik itu sebenarnya merupakan bentuk adaptasi mereka dalam menghadapi gangguan yang langka.

Kondisi yang dialami lima kakak beradik di Turki itu kemudian dikenal dengan nama sindrom Uner Tan. Nama itu diambil dari nama pakar evolusi biologi asal Turki yang pertama kali mempelajari sindrom tersebut. Gejala sindrom Uner Tan adalah penurunan kemampuan keseimbangan dan kognisi. Kondisi itulah yang dihadapi lima kakak beradik di Turki—mereka mengalami masalah keseimbangan tubuh, sehingga terpaksa berjalan dengan kedua tangan dan kedua kaki.

Orangtua lima kakak beradik yang mengalami kondisi aneh itu memiliki total 19 anak. Sebanyak 14 anak lainnya tidak mengalami gangguan sindrom Uner Tan. Sementara lima orang yang mengalami sindrom itu diketahui tidak hanya mengalami masalah dalam keseimbangan ketika berjalan, namun juga mengalami masalah yang tampaknya berhubungan dengan otak. Ketika diberi pertanyaan, “Ini tahun berapa?”, kelimanya memberi jawaban berbeda. Ada yang menjawab, “80”, “90”, “binatang”, “Juli”, dan “rumah”.

Dari lima kakak beradik yang mengalami sindrom Uner Tan, empat di antaranya berjenis kelamin perempuan. Keempatnya lebih banyak berada di rumah. Namun satu orang laki-laki dari mereka lebih senang berjalan-jalan ke luar rumah, bahkan sampai jauh.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »

Bagaimana Buah Terbentuk di Pohon?


Ketika serbuk sari telah masak dan terjadi penyerbukan yang diikuti pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah. Seiring dengan itu, bakal biji yang terdapat dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah disebut buah telanjang atau buah sejati. Sedangkan buah yang terjadi selain dari bakal buah, namun juga oleh bagian bunga yang lain, disebut buah semu.


Bagaimana Biji Terbentuk?

Umumnya, biji terbentuk atas bagian-bagian yang disebut kulit biji, tali pusar, dan inti biji atau isi biji.

Kulit biji adalah bagian terluar biji, dan berasal dari selaput bakal biji. Umumnya, kulit biji tumbuhan berbiji tertutup terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan kulit luar dan lapisan kulit dalam.

Lapisan kulit luar memiliki sifat bermacam-macam, ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, dan ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang ada di dalam. Lapisan luar juga dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda, misalnya merah, biru, kehijauan, ada yang licin rata, dan ada pula yang memiliki bentuk keriput. Sedangkan lapisan kulit dalam biasanya tipis seperti selaput, dan disebut juga kulit ari.

Pada tumbuhan berbiji terbuka, kulit biji terdiri dari tiga lapisan, yaitu kulit luar, kulit tengah dan kulit dalam. Kulit luar biasanya tebal berdaging. Pada waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah. Kulit tengah adalah suatu lapisan yang kuat, keras, dan berkayu. Sedangkan kulit dalam biasanya tipis seperti selaput, dan sering kali melekat erat pada inti.

Bagian lain biji adalah tali pusar. Tali pusar disebut juga tangkai biji. Setelah biji masak, biji akan terlepas dari tali pusarnya, dan pada biji hanya tampak bekasnya yang disebut pusar biji. Bagian lainnya lagi, inti biji, adalah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulit, sehingga inti biji juga disebut isi biji. Inti biji terdiri dari ruang yang merupakan calon individu baru, dan ruang lain yang merupakan jaringan berisi cadangan makanan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan baru, sebelum dapat mencari makan sendiri.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Read more »