Kapan Terjadi Tsunami Besar di Bumi?


Istilah tsunami berasal dari bahasa Jepang, yang artinya “gelombang pelabuhan”. Istilah itu mulai digunakan di seluruh dunia ketika terjadi tsunami besar di Jepang pada 15 Juni 1896, yang menewaskan lebih dari 21.000 orang. Selain tsunami yang melanda Jepang tersebut, bumi yang kita tinggali sudah cukup sering dilanda tsunami besar lainnya, di antaranya yang berikut ini.

Pada 27 Agustus 1883, gunung Krakatau di Indonesia meletus, dan menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu pantai-pantai Jawa dan Sumatera, serta menewaskan sekitar 36.000 orang. Letusan gunung berapi itu sangat dahsyat, hingga debu lava memenuhi langit sampai berhari-hari.

Pada 31 Januari 1906, gempa di samudera Pasifik menimbulkan tsunami besar yang menghancurkan sebagian kota Tomaco di Kolombia, termasuk seluruh rumah di pantai yang terletak antara Rioverde dan Micay di Kolombia. Dalam peristiwa itu, sebanyak 1.500 orang tewas.

Pada 22 Mei 1960, tsunami setinggi 11 meter menghantam pantai samudera Pasifik dan mengguncang Filipina serta pulau Okinawa, Jepang, dan menewaskan lebih dari 1.000 orang. Kemudian, pada 16 Agustus 1976, lagi-lagi tsunami besar di Pasifik terjadi, dan menewaskan lebih dari 5.000 orang.

Pada 17 Juli 1998, gempa terjadi di Papua Nugini bagian utara menimbulkan gelombang laut atau tsunami yang menewaskan 2.313 orang, menghancurkan 7 desa, dan mengakibatkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Yang masih terkenang dalam ingatan kita, pada 26 Desember 2004, gempa berkekuatan 8,9 skala Richter menimbulkan gelombang laut raksasa yang menyapu 6 negara di Asia Tenggara, dan meluluhlantakkan Aceh. Total korban yang terjadi pada bencana itu mencapai 156.000 orang.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Artikel Terkait Nature

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar