Mengapa Alkohol Menimbulkan Mabuk?

Ilustrasi/winnetnews.com
Alkohol adalah produk alami yang dibuat dari biji-bijian, buah, atau sayuran, yang difermentasi. Fermentasi adalah proses menggunakan ragi atau bakteri untuk mengubah gula menjadi alkohol. Alkohol yang dihasilkan itu bisa digunakan sebagai pembersih, antiseptik, atau obat penenang.

Ketika seseorang mengkonsumsi alkohol, cairan itu akan diserap ke dalam aliran darah. Hal ini tentu saja mempengaruhi sistem saraf pusat—otak dan sumsum tulang belakang—yang mengontrol hampir semua fungsi tubuh. 

Alkohol adalah depressan, yang berarti memperlambat fungsi sistem saraf pusat, sehingga dapat menghambat beberapa pesan yang seharusnya disampaikan ke otak. Karena adanya hambatan itu, orang yang mengkonsumsi alkohol pun bisa berubah persepsi, emosi, gerakan, penglihatan, atau pendengarannya.

Dalam jumlah sangat kecil, alkohol dapat membantu seseorang merasa lebih santai dan mengurangi rasa cemas. Namun, jika jumlahnya berlebihan, bisa menyebabkan perubahan besar di otak, sehingga menghasilkan intoxication, yang ditandai dengan gejala terhuyung-huyung, kehilangan koordinasi, serta tidak sadar dengan ucapannya. Kadang pula membuat peminumnya menjadi bingung atau mengalami disorientasi.

Reaksi yang ditimbulkan alkohol berbeda orang per orang. Pada beberapa orang, efek yang muncul bisa sangat ramah berbicara, atau justru menjadi agresif dan marah. Alkohol yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat biasanya juga memiliki efek yang lebih cepat, dengan ditandai muntah. Pada contoh kasus ekstrim bisa berupa pingsan, sesak napas, gula darah rendah, kejang, atau bahkan berakibat kematian.

Karena gangguan dari sistem saraf yang diakibatkan alkohol itulah yang membuat seseorang menjadi mabuk jika mengkonsumsi alkohol. 

Hmm… ada yang mau menambahkan?

Related

Umum 403109606681705970

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item