Mengapa Bangsa Cina Memuja Naga?


Masyarakat Cina kadang menyebut Naga dengan nama Liong atau Lung, dan makhluk itu digambarkan sebagai hewan mirip ular berukuran raksasa, memiliki tanduk, sungut, juga cakar-cakar yang tajam. Bagaimana asal usul makhluk ini, hingga dipuja oleh bangsa Cina?

Di zaman dulu, ada banyak suku yang hidup di daratan Cina. Masing-masing suku itu memiliki pujaannya sendiri-sendiri. Ada yang memuja ular karena kekuatan gigitannya yang beracun, ada yang memuja elang karena dianggap sebagai simbol kebebasan, ada pula yang memuja rusa karena menyimbolkan keindahan.

Seiring berlalunya waktu, para kepala suku kemudian bersatu, dan memutuskan untuk hanya memiliki satu pujaan. Semula, masing-masing kepala suku menginginkan pujaan sukunya yang dipilih. Sampai akhirnya, mereka pun bersepakat untuk menggabungkan ciri-ciri pujaan mereka, dan hasilnya adalah Naga, yakni makhluk serupa ular raksasa yang bisa terbang dan memiliki cakar seperti elang, juga dilengkapi tanduk seperti rusa, dan ciri lainnya.

Karena ada suku yang memuja api, petir, juga hujan, maka Naga pun digambarkan dapat menyemburkan api dari mulutnya. Sementara petir dan hujan dianggap sebagai bagian kekuatan sang Naga. Karenanya pula, semenjak itu, Naga menjadi simbol persatuan, kekuasaan, sekaligus kemakmuran. Pemujaan terhadap Naga terus berlangsung dari zaman ke zaman. Di Cina, banyak raja dan kaisar yang memakai gambar Naga untuk menghias baju atau kursinya sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan mereka.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Artikel Terkait Sejarah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar