Apa yang Dimaksud Perang Kepulauan Falkland?


Perang Kepulauan Falkland atau Malvinas adalah rangkaian pertempuran laut paling besar dan panjang sejak perang Pasifik di masa Perang Dunia II. Perang yang disebut Operasi Bersama oleh Inggris tersebut berlangsung selama lima bulan, dan melibatkan operasi-operasi amfibi yang terpenting, saluran pipa logistik sepanjang lebih dari 10.000 kilometer, dan daerah pertempuran musim dingin yang jauhnya 5.300 kilometer dari pangkalan terdekat Pulau Ascension.

Perang itu dimulai oleh klaim Argentina yang menyatakan bahwa kepulauan Falkland (yang mereka sebut Malvinas) adalah bagian dari wilayah mereka. Klaim itu didasarkan semata-mata pada kedekatan pulau tersebut ke daratan Argentina, dan anggapannya sebagai “warisan” kedaulatan dari pemerintahan Spanyol yang gagal pada 1810. Klaim itu memiliki makna emosional penting bagi rakyat Argentina, dan selama beberapa generasi menjadi bagian kurikulum sejarah di sekolah negeri tersebut.

Namun, sesungguhnya, motivasi Argentina atas klaim itu pada April 1982 lebih disebabkan oleh ancaman yang dirasakan junta militer Jenderal Leopoldo Galtieri yang berkuasa; ketidakstabilan internal di Argentina yang mengancam pemerintahan diktatornya. Jenderal Galtieri membutuhkan pengalihan perhatian yang mempersatukan, suatu konflik luar untuk mengalihkan publik dan mempertahankan kontrol di dalam negeri.

Kepulauan Falkland terletak di Laut Atlantik Selatan, sekitar 480 kilometer dari pantai Argentina. Inggris telah menduduki kepulauan yang kaya minyak itu sejak tahun 1833. Sejak tahun 1820, Argentina mengklaim kepemilikan atas kepulauan tersebut, namun klaim itu ditolak Inggris. Pada tahun 1982, Argentina menginvasi kepulauan itu, dan pecahlah perang antara Argentina dan Inggris. Perang itu diakhiri dengan kekalahan Argentina.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Artikel Terkait Sejarah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar