Bagaimana Sifat Vitamin E?


Bentuk vitamin E merupakan kombinasi dari delapan molekul yang sangat rumit yang disebut “tocopherol”. Kata “tocopherol” berasal dari bahasa Yunani—“toketos” yang berati “kelahiran anak”, dan “phero” yang berarti “saya bawa”, sedang akhiran “ol” ditambahkan untuk menunjukkan bahwa bahan tersebut merupakan salah satu dari alkohol yang menyebabkan mabuk apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Tocopherol tidak larut dalam air, namun larut dalam pelarut lemak seperti minyak, lemak, alkohol, aseton, eter, dan sebagainya. Karena tidak larut dalam air, vitamin E dalam tubuh hanya dapat dicerna dalam empedu hati.

Meski stabil pada pemanasan, namun Vitamin E akan rusak bila dipanaskan terlalu lama. Vitamin E bersifat basa jika tidak ada oksigen, dan tidak terpengaruh oleh asam pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika terkena oksigen di udara, vitamin E akan teroksidasi perlahan-lahan, sedang jika terkena cahaya maka warnanya akan menjadi gelap secara bertahap.

Vitamin E bisa diperoleh dari bahan makanan yang berminyak atau sayuran, buah-buahan, susu, mentega, juga telur. Selain itu, ASI juga banyak mengandung vitamin E untuk memenuhi kebutuhan bayi. Dalam perkembangannya, Vitamin E juga diproduksi dalam bentuk pil, kapsul, dan lain-lain, sebagaimana vitamin lainnya yang telah ada lebih dulu.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Artikel Terkait Iptek

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar