Apakah Gigitan Nyamuk Bisa Menularkan HIV/AIDS?


AIDS disebabkan oleh virus HIV, dan salah satu penularan AIDS adalah dengan berpindahnya virus HIV melalui transfusi darah dan lewat jarum suntik. Ketika nyamuk menggigit manusia, nyamuk juga mengeluarkan semacam jarum suntik yang menusuk kulit manusia untuk menemukan urat darah. Fakta itu yang kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah gigitan nyamuk juga dapat menularkan virus HIV/AIDS?

Jawabannya tidak. Memang bisa saja seekor nyamuk mengisap darah seseorang yang mengidap virus HIV, dan kemudian menggigit orang lain. Sekilas, dalam hal itu, bisa saja darah si pengidap HIV “berpindah” ke orang lain yang baru digigit si nyamuk. Tapi kenyataannya nyamuk memang tidak bisa menularkan HIV melalui gigitannya.

Pertama, virus HIV tidak bisa hidup dalam tubuh nyamuk. Nyamuk memang bisa menularkan malaria dan demam berdarah, tetapi penyebab kedua penyakit itu bukan virus, melainkan plasmodium, yang memang cocok untuk menumpang pada tubuh nyamuk.

Kedua, berdasarkan penelitian, jumlah darah minimal untuk dapat menularkan HIV/AIDS adalah sebesar 0,1 ml. Itu jumlah yang mencukupi untuk sebuah jarum suntik. Tetapi “jarum” yang dimiliki nyamuk ketika ia menggigit manusia begitu halus sekaligus kecil, sehingga tidak mungkin bisa membawa darah sebanyak itu.

Jadi, meski nyamuk dapat menularkan penyakit lain—semisal malaria dan demam berdarah—namun nyamuk tidak bisa menularkan HIV/AIDS.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Artikel Terkait Biologi

2 komentar:

  1. maaf koreksi, penyebab demam berdarah itu bukan plasmodium, tetapi virus, virus Dengue...

    kalau penyebab malaria emang iya plasmodium, tetapi kalau demam berdarah itu penyebabnya virus, virus dengue. terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak atas koreksinya.

      Hapus