Kapan Lahirnya Mesin Faksimili Modern?


Mesin faksimili modern lahir ke dunia pada 1970. Pada saat ini, mesin faksimili telah banyak ditinggalkan karena fungsinya telah digantikan e-mail (electronic mail) yang jauh lebih cepat dan praktis. Namun, meski begitu, keberadaan mesin faksimili telah melakukan revolusi dalam dunia komunikasi manusia sehari-hari pada abad ke-20.

Mesin faksimili berawal pada tahun 1843 di Inggris, ketika Alexander Bain membuat alat yang terdiri atas dua buah pena yang dihubungkan dengan dua pendulum, lalu dihubungkan dengan seutas kawat yang mampu mereproduksi tulisan di atas permukaan yang konduktif secara elektris.

Dua puluh tahun kemudian, pada 1862, Giovanni Caselli, ahli fisika Italia, membuat mesin yang disebutnya pantelegraf, yang merupakan pengembangan atas penemuan Alexander Bain di atas. Pantelegraf buatannya itu digunakan oleh kantor pos dan telegraf Prancis, antara Paris dan Marseille, dari tahun 1856 sampai 1870.

Memasuki tahun 1902, Arthur Korn di Jerman menemukan telefotografi, suatu cara manual mengirimkan foto melalui kawat listrik. Namun, ia baru mampu mengirimkan foto melalui alat tersebut lima tahun kemudian, setelah melakukan berbagai perbaikan dan pengembangan. Pada 1907, untuk pertama kalinya, Arthur Korn mengirimkan sebuah foto melalui telefotografi dari Munich ke Berlin.

Pada tahun 1925, Edouard Belin dari Prancis membuat belinograf, sebuah mesin yang menempatkan gambar pada silinder dan memindainya dengan berkas cahaya kuat yang memiliki sel fotoelektrik, yang dapat mengubah cahaya menjadi impuls listrik sehingga dapat dikirimkan. Proses yang digunakan belinograf kemudian menjadi pinsip dasar bagi mesin-mesin faksimili generasi selanjutnya. Sampai kemudian, pada 1964, Xerox Corporation memperkenalkan mesin yang disebut Long Distance Xerography (LDX).

LDX mulai digunakan sebagai sarana pengiriman surat dan gambar jarak jauh, namun sampai waktu itu keberadaannya belum dianggap efektif. Selain sulit dan mahal, ukuran mesin itu sangat besar sehingga sangat menyita tempat.

Memasuki tahun 1966, Xerox memperkenalkan Magnafax Telecopier, sebuah mesin faksimili yang jauh lebih kecil dari LDX. Beratnya cuma 23 kilogram, dan lebih mudah digunakan serta dapat dihubungkan dengan jalur telepon mana pun. Dengan mesin tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan dokumen hanya sekitar enam menit—jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Akhirnya, memasuki tahun 1970-an, perusahaan Jepang mulai memasuki pasar faksimili, dan seketika mesin faksimili pun berubah menjadi lebih kecil, lebih cepat, serta lebih efisien. Waktu yang digunakan untuk mengirimkan sebuah dokumen hanya membutuhkan beberapa detik. Mesin faksimili generasi itu pula yang tetap tak berubah hingga seperti yang kita kenal di masa kini.

Hmm... ada yang mau menambahkan?


Artikel Terkait Iptek

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar