Kapan Terjadinya Ledakan Bom di JW Marriott?


Dua ledakan bom terjadi di hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, pada 5 Agustus 2003, pukul 12.45 dan 12.55 WIB. Ledakan itu berasal dari bom mobil bunuh diri dengan menggunakan mobil Toyota Kijang yang dikendarai oleh Asmar Latin Sani. Ledakan tersebut menewaskan 14 orang dan mencederai 156 orang.

Hotel JW Marriott terletak di kawasan segitiga emas, dekat dengan komplek pejabat di Jalan Denpasar, dan komplek kedutaan besar asing. Di Menara Rajawali samping Hotel JW Marriott terdapat kantor Kedubes Finlandia, Swedia, Norwegia, dan Peru. Sedang sekitar 200 meter dari hotel itu terdapat Kedubes RRC.

Ledakan yang terjadi pada siang itu sangat kuat, sehingga kaca-kaca jendela hancur berantakan, dan menghancurkan pula gedung-gedung yang ada di sekitar lokasi ledakan. Berdasarkan penyelidikan kepolisian, para pelaku pengeboman itu adalah Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana (pelaku bom bunuh diri), Noordin M. Top (otak pelaku utama), Ibrohim, dan 7 orang lainnya. Akibat peristiwa itu, Hotel JW Marriott ditutup selama tiga minggu.

Pengeboman di hotel JW Marriott di atas adalah ledakan kelima selama tahun 2003. Empat ledakan bom sebelumnya terjadi di lobi Wisma Bhayangkara, di belakang Gedung PBB, di Bandara Soekarno-Hatta, dan di halaman Gedung MPR/DPR. Enam tahun setelah bom meledak di JW Marriot, ledakan bom yang sama terjadi pada 17 Juli 2009, kali ini mengguncang hotel JW Marriot dan hotel Ritz-Carlton yang letaknya berdekatan.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Artikel Terkait Umum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar