Apa yang Disebut Matahari?


Matahari adalah bola raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium. Matahari termasuk bintang berwarna putih, yang berperan sebagai pusat tata surya. Seluruh komponen tata surya termasuk delapan planet dan satelit masing-masing, planet-planet kerdil, asteroid, komet, dan debu angkasa, berputar mengelilingi Matahari.

Selain sebagai pusat peredaran, Matahari juga merupakan sumber energi untuk kehidupan yang berkelanjutan. Panas Matahari menghangatkan Bumi, dan membentuk iklim. Sedangkan cahayanya menerangi Bumi, serta digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Tanpa Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi, karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung.

Matahari berbentuk bola yang berpijar, dengan senyawa penyusun utama berupa gas hidrogen (74 persen) dan helium (25 persen) terionisasi. Senyawa penyusun lainnya terdiri dari besi, nikel, silikon, sulfur, magnesium, karbon, neon, kalsium, dan kromium. Cahaya Matahari berasal dari hasil reaksi fusi hidrogen menjadi helium.

Berdasarkan penghitungan menggunakan Hukum Newton dengan melibatkan nilai kecepatan orbit Bumi, jarak Matahari, dan gaya gravitasi, diperoleh massa Matahari sebesar 1,989x1030 kilogram. Angka itu sama dengan 333.000 kali massa Bumi. Sedangkan diameter Matahari adalah 1.392.000 kilometer atau 865.000 mil, sama dengan 109 kali diameter Bumi. Sebagai perbandingan, sebanyak 1,3 juta planet seukuran Bumi dapat masuk ke dalam Matahari. Karenanya, Matahari menjadi objek terbesar di tata surya, dengan massa mencapai 99,85 persen dari total massa tata surya.

Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi, yaitu berjarak rata-rata 149.600.000 kilometer (92,96 juta mil). Jarak Matahari ke Bumi tersebut dikenal sebagai satuan astronomi, dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 150 juta kilometer.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Artikel Terkait Astronomi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar